Pelajaran 75 – Menunjukkan Kemungkinan yang Lebih Kecil

PART I: BEFORE THE BROADCAST

Masih ingat? If it rains, I’ll take my umbrella. (Lesson 70)

IF + Present + Future = Barangkali sesuatu hal akan terjadi di masa depan.

Sekarang: KALIMAT DENGAN IF UNTUK MENUNJUKKAN KEMUNGKINAN YANG LEBIH KECIL

MARGARET: I haven’t got enough money to go to Indonesia, but… If I WENT, I WOULD MEET Iwan’s parents.

IF + BENTUK LAMPAU + WOULD + BENTUK DASAR KATA KERJA = kemungkinan terjadinya sesuatu hal di masa depan lebih kecil.

PERHATIKANLAH BENAR-BENAR: Meskipun kita memakai bentuk lampau kata kerja dalam bagian kalimat yang mengandung kata if, tetapi kita TIDAK menunjuk ke masa lampau. Dalam contoh di atas, kita berbicara tentang masa depan. Lihatlah beberapa contoh lagi:

MARGARET: If I HAD enough money, I’D go to Indonesia. (Perhatikan, I would disingkat menjadi I’d)

= Andaikata saya mempunyai cukup banyak uang, saya akan pergi ke Indonesia.

I’D meet Iwan’s parents if I WENT to Indonesia. (Kedua bagian kalimatnya dapat dibalik)

= Saya akan bertemu dengan orang tua Iwan andaikata saya pergi ke Indonesia.

BERT: If you WENT, I’D go too.

Beberapa PERTANYAAN tentang sesuatu yang hampir tidak mungkin terjadi di masa depan

MARGARET: If Chris sold his bike, would he buy a car?

If he bought a car, would he buy a new one?

BERT: Would you mind if he bought a car?

Beberapa KALIMAT NEGATIF tentang sesuatu yang hampir tidak mungkin terjadi di masa depan

BERT: If Chris didn’t pass his exams, he’d have to repeat the year.

= Seandainya Chris tidak lulus ujian, dia harus mengulang tingkat.

If he didn’t repeat the year, he’d have to give up his course.

MARGARET: If you told me a secret, I wouldn’t tell anyone.

If it rained, Bert wouldn’t be able to work.

KALIMAT DENGAN IF UNTUK MENNYATAKAN KHAYALAN DALAM MASA KINI

CHRIS: I don’t like carrots, so I don’t eat them. — nyata/sesungguhnya

IWAN: If you liked carrots, you’d eat them. — khayal/tidak nyata

Kadang-kadang kita ingin membayangkan atau mengkhayalkan kebalikan dari keadaan atau hal yang sebenarnya. Untuk maksud ini kita dapat memakai pola kalimat dengan if. Lihatlah beberapa contoh lagi, dan perhatikanlah juga bahwa can berubah menjadi could untuk menunjukkan keadaan atau hal yang bukan sebenarnya (dalam kedua bagian kalimat):

KEADAAN NYATA/SEBENARNYA — POSITIF ke KEADAAN KHAYAL — NEGATIF

I like tomatoes, so I eat them. menjadi If I DIDN’T like tomatoes, I WOULDN’T eat them.

Iwan enjoys tennis, so he plays a lot. menjadi If he DIDN’T enjoy tennis, he WOULDN’T play a lot.

I’ve got some free time, so I can help you. menjadi If I DIDN’T have any free time, I COULDN’T help you. (Dalam hal ini Couldn’t = Wouldn’t be able to)

He can speak French, so he enjoys French films. menjadi If he COULDN’T speak French, he WOULDN’T enjoy French films.

KEADAAN NYATA/SEBENARNYA — NEGATIF ke KEADAAN KHAYAL — POSITIF

Don doesn’t like mangoes, so Jane doesn’t buy them. menjadi If Don liked mangoes, Jane WOULD buy them.

Bert doesn’t enjoy swimming, so he doesn’t go to the beach. menjadi If Bert enjoyed swimming, he’D go to the beach.

Chris can’t speak Italian, so he doesn’t go to Italian films. menjadi If Chris COULD speak Italian, he’D go to Italian films.

I don’t know the way, so I can’t tell you. menjadi If I KNEW the way, I COULD tell you.

The bank’s closed, so I can’t get any money. menjadi If the bank WEREN’T closed, I COULD get some money.

KALIMAT DENGAN IF UNTUK MENUNJUKKAN KEADAAN YANG MUSTAHIL/TIDAK MUNGKIN

Kadang-kadang kita ingin membayangkan suatu keadaan, baik pada masa kini maupun di masa depan, yang tidak mungkin akan terjadi. Ini merupakan keadaan khayal yang berbeda dengan apa yang sudah kita sebutkan. Lihatlah contoh-contoh berikut:

MARGARET: If I went to the moon, I’d be frightened.

If it never rained again, the grass wouldn’t grow. (Andaikata tidak pernah hujan lagi, maka rumput tidak akan tumbuh.)

If the sun didn’t rise, we’d all die.

Kalau kita membayangkan hal-hal atau keadaan yang mustahil seperti ini, seringkali kita berkhayal menjadi orang lain atau sesuatu yang berbeda. Untuk menunjukkan hal ini, kita mengatakan: If I were… (Dalam pola kalimat khusus ini kita seringkali memakai were dan bukan was di belakang semua kata benda atau kata ganti.) Lihatlah contoh-contoh berikut:

MARGARET: If I were a bird, I’d be able to fly.

If I were a child, I’d go to school.

If Jane were single, she’d have lots of boyfriends.

If I were you, I wouldn’t do that. (Seringkali diucapkan sebelum memberikan nasihat.)

Beberapa pertanyaan umum dengan if:

What would you do IF it rained?

What would happen IF the car didn’t start?

What IF they couldn’t come?

What IF the weather were (was) too hot to work?

What IF the job weren’t (wasn’t) suitable?

(Catatan: What if… merupakan singkatan dari What would you do if atau What would happen if. Pertanyaan singkat ini biasanya diajukan sesudah kita mengajukan pertanyaan yang lebih panjang:

A: “What would you do if it rained?”

B: “I’d take an umbrella.”

A: “What if you couldn’t find your umbrella?”)

Pertanyaan sangat singkat dengan if:

I think he’ll pass. (But) What if he didn’t?

I think I can manage. What if you couldn’t?

I’m certain she’s happy. What if she weren’t?

I don’t suppose they’re coming. What if they were?

I know he can’t help us. What if he could?

Rangkuman pola kalimat if ke-2:

Dalam pola ini, kita memakai IF + BENTUK LAMPAU KATA KERJA + WOULD + BENTUK DASAR KATA KERJA.

Di belakang kata ganti, would disingkat menjadi ‘d.

Pola kalimat ini menunjukkan suatu keadaan atau hal di waktu yang akan datang atau pada masa kini yang sedikit sekali kemungkinannya, atau bahkan sama sekali tidak mungkin, untuk terjadi; atau hanyalah merupakan khayalan saja.

Dalam bagian kalimat yang mengandung if, kata were lebih sering dipakai dari pada was.

BE READY FOR THESE WORDS AND PHRASES IN THE BROADCAST

repeat the year = mengulang tingkat

take s.o. out = mengajak seseorang keluar

as many as possible = sebanyak mungkin

a bank = bank

the Nobel Prize = hadiah Nobel

a strike = pemogokan

a striker = orang/pegawai yang mogok

a basket = keranjang

imagine = membayangkan/berkhayal

bark = menyalak/menggonggong

frighten = menakut-nakuti

hop = melompat

invent = menciptakan

grow-grew-grown

several = beberapa

Sekarang, mari persiapkan diri untuk mengikuti siaran interaktif berikut:

🔒 Siaran Interaktif & Materi Lanjutan Terkunci

Untuk mendengarkan siaran interaktif dan mengakses kelanjutan materi:
Pelajaran 75 – Menunjukkan Kemungkinan yang Lebih Kecil
Silakan masukkan PIN peserta kursus Anda di bawah ini.


Belum Menjadi Peserta Kursus / Belum Punya PIN?

Akses siaran interaktif ini khusus untuk peserta kursus aktif. Silakan daftarkan diri Anda terlebih dahulu untuk mendapatkan PIN akses ke modul pelajaran.

💬 Daftar Kursus & Minta PIN via WhatsApp

Ingin mengikuti kursus bahasa inggris secara online dari nol? Yuk, mulai belajar sekarang!

📊 Lihat Daftar Pelajaran