Pacu Literasi dan Kemampuan Bahasa Inggris Masyarakat, FKIP UPR dan Dispursip Kalteng Gelar Program “English Hours”

Ditulis oleh

di

Peningkatan kualitas literasi dan keterampilan berbahasa asing kini menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Tengah.

Sebagai langkah nyata, Tim Pengabdian dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR) berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Provinsi Kalimantan Tengah.

Sinergi ini diwujudkan melalui peluncuran program bertajuk “English Hours” yang bertujuan untuk memacu literasi sekaligus meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris masyarakat umum.

Sebagaimana dikutip dari laman kalteng.antaranews.com, Ketua Tim Pengabdi FKIP UPR Prodi Bahasa Inggris, Susan Ira Nova, menyampaikan bahwa bahasa Inggris merupakan instrumen krusial di era modern saat ini.

“Kami menyadari bahasa Inggris adalah kunci penting untuk membuka banyak peluang di masa depan,” ujar Susan Ira Nova di Palangka Raya, seperti yang dilansir dari kalteng.antaranews.com.

Oleh karena itu, lewat program English Hours ini, pihak akademisi ingin menghadirkan sebuah lingkungan belajar yang santai, bebas dari tekanan, serta inklusif agar dapat diakses oleh siapa saja.

Menurut Susan, perpustakaan daerah merupakan lokasi strategis yang sangat ideal untuk mengintegrasikan budaya membaca dengan praktik komunikasi langsung.

Dalam pelaksanaannya, program pengabdian masyarakat ini turut melibatkan peran aktif mahasiswa Prodi Bahasa Inggris UPR yang dikoordinir oleh Noor Wasilah, Anisa Dear Berutu, dan Ahmad Fahrezi.

Berdasarkan laporan kalteng.antaranews.com, kegiatan edukatif dan interaktif ini diselenggarakan secara rutin di Gedung Perpustakaan Kalimantan Tengah, yang beralamat di Jalan AIS Nasution Nomor 11, Palangka Raya.

Sesi pembelajaran dirancang secara berkelanjutan dan diadakan setiap hari Sabtu mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, dengan daya tarik utama menghadirkan native speakers (penutur asli) dari berbagai negara.

Sejak resmi bergulir pada 18 April 2026, program ini telah sukses menarik minat ratusan pemustaka melalui berbagai aktivitas inovatif, mulai dari mewarnai gambar, kegiatan memasak, hingga permainan interaktif berbasis bahasa Inggris.

Langkah kolaboratif ini pun mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari jajaran birokrasi daerah.

Kepala Dispursip Kalimantan Tengah, Adiah Chandra Sari, menegaskan bahwa perpustakaan selalu terbuka lebar bagi pihak-pihak yang memiliki visi sejalan dalam mendongkrak literasi masyarakat.

“Sinergi antara akademisi dan perpustakaan daerah ini diharapkan terus berlanjut, memberi dampak positif yang nyata bagi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM),” pungkas Adiah, dikutip dari kalteng.antaranews.com.

Respons positif juga datang langsung dari masyarakat umum yang merasakan manfaat nyata dari program mingguan ini.

Onasis, salah seorang pengunjung setia perpustakaan, mengungkapkan rasa antusiasmenya karena merasa tertantang untuk berani berkomunikasi langsung menggunakan bahasa Inggris dengan penutur asli.

Ia berharap penuh agar kegiatan yang sangat edukatif ini tidak berhenti di tengah jalan, melainkan terus dipertahankan secara konsisten di masa mendatang.

Ingin mengikuti kursus bahasa inggris secara online dari nol? Yuk, mulai belajar sekarang!

📊 Lihat Daftar Pelajaran

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *