PART I: BEFORE THE BROADCAST
PENGANDAIAN
1. PENGANDAIAN TENTANG WAKTU SEKARANG ATAU YANG AKAN DATANG
Hari ini kita akan belajar tentang beberapa pola khusus, memakai kata kerja wish.
(a) Pengandaian dengan kata kerja BE
CHRIS: Today isn’t Saturday. I’d be happy if today was Saturday. (= Saya senang seandainya ini hari Sabtu.)
CHRIS: I WISH today WAS Saturday. (= Seandainya ini hari Sabtu! Pengandaian yang memakai I wish… sangat kuat. Dalam hal ini kita sangat menginginkan yang tidak mungkin terjadi.)
IWAN: Helen isn’t here now. We’d tease her if she was here now.
IWAN: I WISH she WAS here now.
CHRIS: I’m late. I WISH I WASN’T late.
IWAN: This exam’s difficult. I WISH it WASN’T difficult. (= Saya menginginkan ujian ini tidak sulit).
Catatan (i): Kalau kita membuat pengandaian tentang waktu sekarang atau yang akan datang, kata kerja yang mengikuti kata kerja wish memakai bentuk lampau, meskipun sebenarnya kita tidak berbicara tentang waktu lampau.
Catatan (ii): Kalau kita memakai kata kerja be untuk membuat pengandaian, kita dapat menggunakan bentuk was atau were untuk kata ganti tunggal. Bentuk was yang lebih biasa, tetapi keduanya dapat dipakai.
Catatan (iii): Cara yang mungkin lebih kuat untuk menyatakan pengandaian ialah dengan ungkapan IF ONLY… (IF ONLY Helen WAS here now!)
Kalimat pengandaian yang lebih singkat
CHRIS: Helen isn’t here now. I WISH she WAS. (= I wish she was here now.)
IWAN: This exam is difficult. I WISH it WASN’T. (= I wish it wasn’t difficult.)
(b) Pengandaian dengan kata kerja HAVE
CHRIS: I haven’t a car. IF ONLY I HAD one, it’d be great. And I wish I HAD a bit more money, too.
LUCIA: You have an exam tomorrow, Chris. Is that right?
CHRIS: Yes. I wish I DIDN’T HAVE one tomorrow.
JANE: Don always has his holidays in the winter. He wishes he DIDN’T. He wishes he HAD them in the summer.
Catatan: Kalau kita membuat suatu pengandaian negatif dengan kata kerja have kita memakai bentuk DIDN’T + HAVE (bentuk lengkap) atau DIDN’T (bentuk singkat).
(c) Pengandaian dengan kata kerja lain
Ingat, setelah kata wish atau if only, untuk pengandaian waktu sekarang atau yang akan datang, kita memakai bentuk lampau kata kerja yang mengikutinya, jadi…
CHRIS: I don’t live in the country. I wish I lived there.
MARGARET: I don’t like housework. I wish I liked it.
Dan berikut ini suatu pengandaian yang negatif:
RAY: I worry about exams. I wish I DIDN’T worry about them.
Kita lebih sering memakai bentuk yang singkat. Dalam bentuk pengandaian positif yang singkat kita memakai kata DID:
CHRIS: I don’t live in Bali. I wish I DID. (= I wish I lived in Bali.)
JANE: This shop doesn’t sell tropical fruit. I wish it DID.
Dalam bentuk pengandaian negatif yang singkat kita memakai DIDN’T:
RAY: I worry about exams. I wish I DIDN’T.
Dengan kata kerja can, kita memakai bentuk lampaunya, yaitu COULD, setelah kata kerja wish:
She can’t come next Saturday. I wish she COULD (= could come).
I can’t solve this problem. I wish I COULD.
Dan bentuk kata kerja must yang dipakai setelah kata wish atau if only ialah DIDN’T HAVE TO:
CHRIS: I must go now.
LUCIA: I wish you DIDN’T HAVE TO, Chris.
CHRIS: I wish I DIDN’T HAVE TO study for another year.
2. PENGANDAIAN TENTANG MASA LAMPAU
Seringkali, sesuatu sudah terjadi di masa lampau tetapi kita menginginkan/mengandaikan hal itu belum terjadi, atau sesuatu tidak terjadi di masa lampau tetapi kita ingin hal itu terjadi. Sekali lagi, dalam pola khusus ini, kita memakai bentuk khusus kata kerja itu setelah kata wish atau if only. Pola untuk pengandaian masa lampau sebagai berikut: WISH / IF ONLY + HAD/HADN’T + PAST PARTICIPLE
(a) Pengandaian masa lampau dengan kata kerja BE
Bentuk singkat | Bentuk lengkap
(John wasn’t at the meeting.) I wish he HAD BEEN. | I wish he’d / he had been at the meeting.
(They were late.) I wish they HADN’T BEEN. | I wish they hadn’t been late.
(The train wasn’t on time.) She wishes it HAD BEEN. | She wishes it’d / it had been on time.
Perhatikanlah, dalam bentuk pengandaian yang singkat kita harus mengatakan kedua bagian kata kerja itu: HAD/HADN’T BEEN.
(b) Pengandaian masa lampau dengan kata kerja lain
CHRIS: I quarrelled (= bertengkar) with Lucia last week. I wish I HADN’T (quarrelled with her).
RAY: I didn’t know the answers to all the questions in the last exam. I wish I’D KNOWN more.
CHRIS: I drove Dad’s car too fast. I wish I HADN’T. Dad was annoyed with me.
Coba perhatikan dalam kalimat pengandaian yang singkat dengan kata kerja bukan be, kita menggunakan bentuk yang singkat: HAD/HADN’T.
3. Pengandaian tentang kebiasaan orang lain yang tidak menyenangkan
MARGARET: Chris will sleep late before an exam!
BERT: And he will use my razor!
Kalimat ini diucapkan dengan tekanan khusus pada kata will, dan dengan lagu kalimat yang khusus juga.
Ini adalah bentuk khusus kata kerja will. Dalam hal ini kata will tidak menunjukkan waktu yang akan datang, tetapi suatu kebiasaan (yaitu kebiasaan yang terus-menerus dilakukan seseorang meskipun orang lain tidak senang). Kalau kita ingin menyatakan tidak setuju, penyesalan atau kejengkelan tentang kebiasaan seperti itu, kita dapat memakai pola pengandaian. Kali ini, setelah kata wish atau if only, kita pakai bentuk lampau kata will, yaitu would. Perhatikanlah!
BERT: Chris will use my razor! I wish he WOULDN’T.
MARGARET: And they will play their record player so loud! I wish they WOULDN’T.
BERT: You won’t stop working so hard, Margaret. I wish you WOULD.
Yang lebih sering dipakai ialah pola wish + would/wouldn’t saja (tanpa kalimat dengan will/won’t):
MARGARET: I wish Chris WOULD get up earlier. (Ini berarti dia mempunyai kebiasaan bangun terlambat.)
CECILIA: I wish Guido WOULDN’T smoke so much. (Guido merokok terlalu banyak.)
Kita dapat memakai Past Tense dalam contoh-contoh ini ataupun WOULD/WOULDN’T, tetapi WOULD/WOULDN’T menyatakan sangat tidak setuju dengan kebiasaan seseorang yang selalu dilakukannya.
BE READY FOR THESE WORDS AND PHRASES IN THE BROADCAST
back to work [BÆK tə WƏːK] = kembali bekerja (= I must go back to work)
a New Year’s Eve party [NYŪ yiəz ĪV pāti] = Pesta Malam Tahun Baru
quarrel [KWORəl]
wake [WEIK]
Sekarang, mari persiapkan diri untuk mengikuti siaran interaktif berikut:
🔒 Siaran Interaktif & Materi Lanjutan Terkunci
Untuk mendengarkan siaran interaktif dan mengakses kelanjutan materi:
Pelajaran 103 – Ungkapan untuk Berandai-andai
Silakan masukkan PIN peserta kursus Anda di bawah ini.
Belum Menjadi Peserta Kursus / Belum Punya PIN?
Akses siaran interaktif ini khusus untuk peserta kursus aktif. Silakan daftarkan diri Anda terlebih dahulu untuk mendapatkan PIN akses ke modul pelajaran.
💬 Daftar Kursus & Minta PIN via WhatsAppIngin mengikuti kursus bahasa inggris secara online dari nol? Yuk, mulai belajar sekarang!
📊 Lihat Daftar Pelajaran