BAGIAN I: SEBELUM SIARAN
BAGAIMANA ΚΙΤΑ ΜΕMBUAT PERTANYAAN DENGAN AM, ARE, IS
Jawaban singkat dengan Yes dan jawaban singkat dengan No:
Am I an announcer? No, you aren’t.
Are you a student? No, I’m not.
Is Chris an Australian? Yes, you are.
Is Chris a student? Yes, I am.
Is Chris an Australian? Yes, he is.
Is he an Indonesian? No, he isn’t.
Is Jane a housewife? Yes, she is.
Is she an architect? No, she isn’t.
Is Indonesia a republic? Yes, it is.
Is Australia a republic? No, it isn’t.
Are we actors? Yes, you are.
Are we doctors? No, you aren’t.
Are you Indonesians? Yes, we are.
Are you Australians? No, we aren’t.
Are Jane and Don Australians? Yes, they are.
Are they students? No, they aren’t.
PELAJARILAH CATATAN BERIKUT DENGAN TELITI
Pertanyaan yang memakai AM, ARE, dan IS mempunyai bentuk yang berbeda dari pertanyaan yang memakai do/does, misalnya: He lives menjadi Does he live?
Pertanyaan yang memakai AM, ARE dan IS dibentuk hanya dengan mengubah susunan kata saja, misalnya: Chris is menjadi Is Chris?.
Bentuk-bentuk yang disingkat kalau dipakai dalam kalimat berita diubah kembali menjadi bentuk yang lengkap dalam kalimat tanya.
Kalimat berita I’m (= I am) a student berubah menjadi kalimat tanya Am I a student?
Kalimat berita She’s (= She is) a housewife berubah menjadi kalimat tanya Is she a housewife?
Kalimat tanya DIUCAPKAN dengan cara yang sangat berbeda dari kalimat berita.
Bacalah contoh-contoh berikut dengan keras berkali-kali.
Latihan ini akan membantu saudara pada waktu saudara mendengarnya dalam siaran:
Bentuk berita I’m [aim] menjadi bentuk tanya am I? [æmai].
Bentuk berita you’re [yo( )] menjadi bentuk tanya are you? [āyū].
Bentuk berita he’s [hiz] menjadi bentuk tanya is he? [izi].
Bentuk berita she’s [syīz] menjadi bentuk tanya is she? [izsyi] atau [isysyi].
Bentuk berita it’s [its] menjadi bentuk tanya is it? [izət].
Bentuk berita we’re [weǝ] menjadi bentuk tanya are we? [āwī].
Bentuk berita they’re [dheǝ] menjadi bentuk tanya are they? [ādhei].
Dan perhatikanlah bahwa kata-kata di bawah ini digabungkan dengan kata berikutnya:
I’m a [aima] menjadi am I a? [æmaiyə].
You’re a [yörə] menjadi are you a? [āyuwa].
He’s a [hizə] menjadi is he a? [iziyə].
It’s a [itse] menjadi is it a? [izətə].
Dalam jawaban singkat yang memakai Yes, AM, ARE dan IS selalu diberi tekanan.
Is she a teacher? Yes, she IS [YES_syīyIZ].
Are you an Indonesian? Yes, I AM [YES_aiyÆM].
Am I an announcer? Yes, you ARE [YES_yūwA].
Perhatikan bahwa dalam ucapannya kata-kata berikut dirangkaikan dengan bunyi [y]: I am [aiyÆM]; he is [hiyIZ]; we are [wīyĀ]; they are [dheiyA].
You are dirangkaikan dengan bunyi [w]: [yuwA].
Dalam bahasa Inggris lisan:
(a) bentuk menyangkal disingkat dengan cara yang berikut:
I am not disingkat menjadi I’m not [aimNOT].
He is not disingkat menjadi he’s not [hīzNOT] atau he isn’t [hīylZənt].
She is not disingkat menjadi she’s not [syīzNOT] atau she isn’t [syīylZənt].
It is not disingkat menjadi it’s not [itsNOT] atau it isn’t [itlZənt].
We are not disingkat menjadi we’re not [weǝNOT] atau we aren’t [wiyANT].
You are not disingkat menjadi you’re not [yōNOT] atau you aren’t [yūwANT].
They are not disingkat menjadi they’re not [dheǝNOT] atau they aren’t [dheiyANT].
Catatan: Bentuk menyangkal he isn’t, we aren’t, dsb akan dipakai dalam siaran-siaran dan buku-buku pelajaran selanjutnya.
(b) berbeda dari bentuk yang positip, bentuk menyangkal selalu diberi tekanan:
He’s a TEAcher. He ISn’t a STUdent.
I’m an IndoNEsian. I’m NOT an AusTRAlian.
(c) kata-kata yang digabung ucapannya:
I’m not_a [aimNOTǝ].
He_isn’t_a [hiyİZəntə].
You_aren’t_a [yūwÄNtə].
BAGAIMANA KITA BERBICARA TENTANG PERASAAN
I’m sick [SIK] berarti Saya sakit.
You’re well [WEL] berarti Saudara sehat. Dalam bentuk tidak resmi sering dipakai OK [OUKEI].
Don’s hungry [HANGgri] berarti Don lapar.
He’s cold [KOULD] berarti Dia (pria) kedinginan.
Jane’s thirsty [THƏsti] berarti Jane haus.
She’s sad [SÆD] berarti Dia (wanita) sedih.
We’re happy [HÆPI] berarti Kami/kita senang.
Don and Jane are tired [TAIƏD] berarti Don dan Jane lelah.
They’re sleepy [SLīpi] berarti Mereka mengantuk.
BAGAIMANA KITA MEMINTA GAMBARAN TENTANG ORANG/BENDA (DAN BAGAIMANA ΚΙΤΑ MENGGAMBARKANNYA)
Format dasar pertanyaannya adalah menggunakan What’s atau What are diikuti kata benda dan kata LIKE?.
What’s Helen like? Jawabannya She’s tall yang berarti Dia tinggi.
What’s Chris like? Jawabannya He’s talkative yang berarti Dia suka bercakap-cakap.
What’s Jakarta like? Jawabannya It’s hot yang berarti Kota itu panas.
What are Chris and Helen like? Jawabannya They’re nice.
Kata like mirip dengan kata ‘seperti’ dalam bahasa Indonesia.
Kata ini berbeda dari kata kerja like (suka) dalam kalimat I like tea.
Untuk berbicara tentang keadaan yang bersifat sementara ataupun sifat-sifat yang tetap, kita memakai AM, ARE, IS + short, hot, tall, dsb.
Kata-kata ini disebut kata keadaan atau kata sifat.
BILAMANA SEBUAH KATA ITU KATA KEADAAN DAN BILAMANA SEBUAH KATA ITU KATA KERJA?
Kita dapat memakai VERY di muka kata keadaan.
Contohnya: I’m very hungry. Is he very tall? We aren’t very thirsty.
Kata keadaan melukiskan KEADAAN atau SIFAT.
Contohnya: He’s hungry. They’re thirsty.
Kata keadaan sering berakhir dengan -y, -able, -ative, -ous, misalnya: hungry, miserable, talkative, studious.
VERY tidak dapat dipakai di muka kata kerja.
Kata kerja biasanya menunjukkan KEGIATAN.
Contohnya: He eats rice. They drink water.
Sebagai contoh: Sleep adalah kata kerja yang melukiskan suatu tindakan (= tidur), sedangkan sleepy adalah suatu kata keadaan yang melukiskan suatu keadaan (= mengantuk).
Kalimatnya menjadi: He often sleeps. He’s very sleepy.
Beberapa ungkapan yang berguna dalam percakapan:
(a) What’s the matter? [WOTS dhe MÆTa] berarti Ada apa? atau bisa juga menggunakan What’s wrong? [WOTS RONG].
Kedua pertanyaan ini dipakai kalau kita melihat seseorang menghadapi kesulitan dan kita ingin membantunya, atau ingin mengetahui apa yang menjadi kesulitannya.
(b) Tell me about [TELmiy ǝBAUT] berarti Ceritakan tentang.
Kita memakai ungkapan ini untuk minta seseorang memberikan gambaran tentang seseorang lain atau sesuatu benda, atau kalau kita ingin mendorong seseorang untuk berbicara.
(c) Of course [əv KOS] berarti tentu saja.
Kita memakai ungkapan ini kalau kita setuju dengan suatu pertanyaan yang positip, atau kalau kita setuju untuk berbuat sesuatu, misalnya: Is he happy? Jawabnya Of course.
Misalnya contoh lain: Will you do it? Apakah saudara mau mengerjakannya? Jawabnya Of course.
Sering sekali of course mengandung arti bahwa orang yang bertanya seharusnya sudah tahu jawabnya, seperti pada pertanyaan: Do Indonesians eat rice?
BERSIAP-SIAPLAH UNTUK MENDENGAR KATA-KATA DAN UNGKAPAN-UNGKAPAN DI BAWAH INI DALAM SIARAN
Kata-kata keadaan:
hot [HOT]
sick [SIK]
miserable [MIZrəbəl] berarti sengsara
comfortable [KAMFtəbəl] berarti enak badan
short [SYOT] berarti pendek
slim [SLIM] berarti langsing
pretty [PRITi] berarti cantik
shy [SYAI] berarti malu/pemalu
tall [TOL]
talkative [TÖkətiv]
Of course!
Kata-kata yang lain:
salesmen [SEILZmən] berarti penjual-penjual (pria)
lecturers [LEKcərəz] berarti dosen-dosen
students of English [STYŪdents_av_INGglisy] berarti mahasiswa-mahasiswa atau pelajar-pelajar bahasa Inggris
what’s…. like? [WOTS… LAIK]
tell me about [TELmiy ǝBAUT]
quite! [KWAIT] berarti betul-betul
when [wen] berarti bilamana atau kalau
Sekarang, mari persiapkan diri untuk mengikuti siaran interaktif berikut:
BAGIAN II: SESUDAH SIARAN
PERBENDAHARAAN KATA TAMBAHAN
spend [SPEND] berarti menghabiskan
a lot of time [ƏLOTəv TAIM] berarti banyak waktu
in the library [in dhe LAlbrəri] berarti di perpustakaan
and her name? [ən hə NEIM] berarti dan namanya?
yep [YEP] adalah kata yes yang bersifat tidak resmi
of course [av KOS] berarti tentu saja
suddenly [SADǝnli] berarti tiba-tiba
now [NAU] berarti sekarang atau saat ini
young [YANG] berarti muda
studious [STYÜdiyəs] berarti rajin belajar
Faculty of Arts [(FÆKǝltiy_av) ATS] berarti Fakultas Sastera (dan Seni)
Well, he’s a lecturer after all berarti Ya, memang ia dosen.
PERCAKAPAN
HADI: Is Mr Smart a lecturer at the university?
JACK: Yes, he is.
HADI: Do you like Mr Smart?
JACK: Yes, I do.
HADI: What’s he like?
JACK: Well, I think he’s nice.
HADI: Do you think he’s nice too, Bill?
BILL: Yep. He’s OK. He talks a lot, but he’s OK.
HADI: What about you, Bill? Is he your lecturer too?
JACK: Well, he’s a lecturer, after all.
BILL: Yes, he is. We all like Mr Smart.
LATIHAN:
Pertama-tama, tulislah dua buah pertanyaan, dan kemudian buatlah jawaban yang singkat.
Pakailah kata ganti (he, she, dsb) dalam jawaban itu.
Contoh untuk nama Iwan dengan kata petunjuk shy:
Pertanyaan yang dibuat: What’s Iwan like? Is he shy?
Jawab: Yes, he is.
Contoh untuk nama Jakarta and Singapore dengan kata petunjuk cold:
Pertanyaan yang dibuat: What are Jakarta and Singapore like? Are they cold?
Jawab: No, they aren’t.
Daftar latihan yang harus dibuat:
- Chris dan kata petunjuk talkative
- Helen dan kata petunjuk pretty
- Chris dan kata petunjuk short
- Jane dan kata petunjuk very nice
- Iwan dan kata petunjuk shy
- Jakarta dan kata petunjuk hot
- We dan kata petunjuk studious
Tinggalkan Balasan